. . .بسم الله الرحمن الرحيم

Friday, 18 January 2013

.:: Biarkan Ujian Itu Berlalu ::.



Bismillahirahmanirrahim ... Assalamualaikum wbt ...

Alhamdulillah ,hari ni penghulu segala hari ,genap 6 hari bercuti di kg .Dugaan yang datang dibiarkan berlalu .. walaupun hingga hari ni masih tidak pendapat apa² jawapan yang dapat merungkai segala persoalan di hati ... Namun begitu ,hadirnya insan² yang banyak memberi sokongan membuatkan diriku kuat untuk menempuhi dugaan kurniaan-NYA :)

Hari ni terasa sedikit pelik bila tiada lagi mesej dari akak tersayang ( kak Ziqah) ,selalunya ada je mesej dia masuk ke inboxku .Bertanya keadaan semasaku dalam masa yang sama cuba untuk menghiburkan hati & memberi kata semangat .Mungkin hari ni dia sibuk atau tiada kredit pada perkiraanku .Tapi ketiadaan mesej darinya masuk ke inboxku cukup untuk mengundang rasa rindu di hati ni ,heee ;)


 
Usai solat magrib mengimamkan adik²ku ,terlintas satu bayangan nakal di fikiranku .Andainya makmum di belakangku bukan lagi adik²ku ,tetapi anak²ku yang lengkap dengan pakaian solatnya & kopiah tersisip rapi di atas kepalanya .Astagfirullah ,terbayangkan semua ni membuatkan aku lebih takut andai amanah pemberian-NYA tak mampu untuk ku pikul disaat DIA mengizinkannya suatu hari nanti ...

Setiap kali ingin ku alunankan ayat suci Al-Quran dalam solat ,debaran kian terasa di hati .Andai bacaanku tidak kena pada ayatnya ,atau tidak betul tajwidnya ,apa hukumnya  ?bagaimana pula dengan makmum² yang mengikut rentak bacaanku ? Allah ... betapa jahilnya diri ni & akanku usaha untuk merungkai masalah² hukum yang sentiasa wujud dalam kehidupan seharianku ...

Doa yang sering kali ku sebut setiap solatku kini ,doa yang tak pernah terlintas di fikiranku sebelum ni .Jangan dibiarkan perpisahan itu terjadi ,tidakku rela berpisah hidup ,tapi aku redha berpisah mati ...... :(

Jari jemari pantas membuka Al-Quran ,pada perkiraanku ,andai sempatku khatam Al-Quran pada tahun ni ,mohon dimurahkan rezeki untuk diadakan majlis khatam Al-Quran .Biarlah sekali seumur hidup pun ,janji dapatku merasai majlis² kesyukuran macam ni .Rasa macam dah lama majlis² begini tidak berlansung di rumahku.Dugaan demi dugaan yang datang cukup membuat penghuni rumahku 'sepi' dalam menjalani kehidupan seharian masing² ...

Kedengaran surau yang berdekatan dengan rumahku mengadakan tazkirah malam ni ,alhamdulillah ,makin dekat dengan maulidur rasul ,makin banyak aktiviti yang dijalankan .Rindu plak kat budak² kg yang selalu meriahkan surau dikala bulan Ramadhan menjelma setiap tahun .Really² miz that moment !

Surah yang menjadi tatapanku malam ni : surah As- Saffat ( Makluk yang berbaris ) ada 182 ayat .

p/s : Baca sampai habis tau ! ^^

(Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani).


37-1: Demi yang bersaf-saf (berbaris-baris), sebenar-benar saf.
37-2: Demi yang melarang, sebenar-benar melarang.
37-3: Demi yang membacakan zikir (peringatan).
37-4: Sesungguhnya Ilah (Tuhan)mu benar-benar Esa.
37-5: Rab (Tuhan) langit dan bumi dan apa yang berada antara keduanya, dan Rab (Tuhan) “masyrik” (tempat terbit matahari).
37-6: Sesungguhnya Kami (Allah) menghiasi langit dunia (yang terendah) dengan perhiasan, (iaitu) bintang-bintang.
37-7: Dan memeliharanya daripada setiap syaitan yang derhaka.
37-8: (Supaya) mereka (syaitan-syaitan itu) tidak dapat mendengar-dengarkan golongan tertinggi, dan mereka dilempari dari segenap penjuru.
37-9: (Mereka) terusir, dan bagi mereka azab yang berpanjangan.
37-10: Kecuali (syaitan-syaitan) yang mencuri-curi; maka mereka dikejar oleh nyalaan api yang cemerlang.

37-11: Maka tanyakanlah kepada mereka: "Apakah mereka yang lebih kukuh kejadiannya atau apa yang telah Kami (Allah) ciptakan itu?" Sesungguhnya Kami (Allah) telah menciptakan mereka daripada tanah liat.
37-12: Bahkan engkau hairan (terhadap sikap mereka), sedang mereka memperolok-olokkan.
37-13: Dan apabila mereka diberi peringatan, mereka tidak mahu ingat.
37-14: Dan apabila mereka melihat sesuatu (ayat) tanda, mereka memperolok-olokkan.
37-15: Dan mereka berkata: "Ini tiada lain melainkan sihir yang nyata.”
37-16: “Apakah apabila kami telah mati, dan menjadi tanah dan menjadi tulang-tulang, apakah sungguh kami akan dibangkitkan?”
37-17: “Dan apakah (dibangkitkan juga) bapa-bapa kami yang telah terdahulu?”
37-18: Katakanlah: "Ya! Dan kamu akan terhina."
37-19: Maka sesungguhnya hanya pekikan satu kali sahaja, maka tiba-tiba mereka melihat.

37-20: Dan mereka berkata: "Aduhai, celakalah kita! Inilah hari al-din (pembalasan).”
37-21: Inilah hari keputusan yang kamu selalu mendustakannya.
37-22: Kumpulkanlah orang yang zalim beserta teman sehaluan mereka dan apa yang mereka pertuhankan.
37-23: Lain daripada Allah; maka tunjukkanlah kepada mereka jalan ke (neraka) Jahim.
37-24: Dan tahanlah mereka, sesungguhnya mereka akan ditanya.
37-25: Mengapa kamu tidak tolong-menolong?
37-26: Bahkan mereka pada hari itu aslim (menyerah diri).

37-27: Sebahagian daripada mereka menghadap kepada sebahagian yang lain, mereka saling bertanya-tanya.
37-28: Mereka (yang mengikut) berkata: "Sesungguhnya kamu yang datang kepada kami dari kanan."
37-29: Mereka (yang diikuti) menjawab: "Sebenarnya kamu sendiri yang tidak beriman."
37-30: “Dan tidak ada kekuasaan kami terhadap kamu, bahkan kamulah kaum derhaka.”
37-31: “Maka pastilah perkataan (keputusan) Rab (Tuhan) kita menimpa atas kita, sesungguhnya kita akan merasakannya.”
37-32: “Maka kami telah menyesatkan kamu, sesungguhnya kami (juga) adalah orang yang sesat.”
37-33: Maka sesungguhnya mereka pada hari itu bersama-sama dalam azab.
37-34: Sesungguhnya Kami, begitulah yang akan Kami (Allah) lakukan terhadap orang yang berbuat jahat.
37-35: Sesungguhnya mereka itu (dahulu) apabila dikatakan kepada mereka: "La ilaha illa’llah (Tiada Ilah/Tuhan melainkan Allah),” mereka menyombongkan diri.
37-36: Dan mereka berkata: "Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan ilah (tuhan-tuhan) kami kerana seorang penyair gila?"
37-37: Sebenarnya dia (Muhammad saw) datang dengan kebenaran dan membenarkan para rasul (sebelumnya).
37-38: Sesungguhnya kamu pasti akan merasakan azab yang pedih.
37-39: Dan kamu tidak diberi pembalasan melainkan terhadap apa yang telah kamu kerjakan.

37-40: Kecuali hamba-hamba Allah yang ikhlas (dipersucikan).
37-41: Mereka itu, bagi mereka rezeki yang termaklum (ditentukan).
37-42: Buah-buahan, dan mereka adalah orang yang dimuliakan.
37-43: Dalam syurga-syurga yang penuh nikmat.
37-44: Di atas singgahsana mereka berhadap-hadapan.
37-45: Diedarkan kepada mereka gelas (berisi minuman) dari mata air yang mengalir.
37-46: Putih bersih, lazat bagi orang yang meminum.
37-47: Tidak ada dalamnya kerosakan dan mereka tidak dihalangi daripada (meminum)nya.
37-48: Dan di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya, jelita matanya.
37-49: Mereka seakan-akan telur yang terpelihara.

37-50: Lalu sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain sambil bertanya-tanya.
37-51: Berkatalah salah seorang antara mereka: "Sesungguhnya aku dahulu mempunyai seorang teman.”
37-52: “(Teman itu) berkata: ‘Apakah kamu sungguh-sungguh termasuk orang yang membenarkan?’
37-53: Apakah sesudah kita mati, dan kita telah menjadi tanah dan tulang-tulang, benarkah kita akan diberi pembalasan?’"
37-54: Berkata pulalah dia: "Adakah kamu mahu meninjau (temanku itu)?"
37-55: Maka dia meninjaunya, lalu dia melihatnya (temannya itu) di tengah-tengah neraka Jahim (menyala-nyala).
37-56: Dia berkata: "Demi Allah! Sesungguhnya kamu hampir-hampir mencelakakan aku.”
37-57: “Dan jika tidak kerana nikmat Rab (Tuhan)ku pastilah aku termasuk orang yang dihadapkan (ke neraka).”
37-58: Maka apakah kita tidak akan mati?
37-59: Melainkan hanya kematian kita yang pertama sahaja, dan kita tidak akan diazab?
37-60: Sesungguhnya ini benar-benar kemenangan yang besar.
37-61: Untuk kemenangan serupa ini hendaklah berusaha orang yang beramal.

37-62: Itukah hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum?
37-63: Sesungguhnya ia (pohon zaqqum itu) Kami (Allah) jadikan sebagai fitnah (percubaan) bagi orang yang zalim.
37-64: Sesungguhnya ia adalah pohon yang keluar dari dasar neraka Jahim.
37-65: Buahnya seperti kepala syaitan.
37-66: Maka sesungguhnya mereka benar-benar memakannya, maka mereka memenuhi perutnya dengannya.
37-67: Kemudian sesungguhnya bagi mereka pasti (meminum minuman) yang bercampur air yang menggelegak.
37-68: Kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka adalah neraka Jahim.
37-69: Sesungguhnya mereka mendapati bapa-bapa mereka dalam keadaan sesat.
37-70: Lalu mereka sangat tergesa-gesa mengikuti jejak mereka itu.

37-71: Dan sesungguhnya telah sesat sebelum mereka kebanyakan daripada orang yang terdahulu.
37-72: Dan sesungguhnya telah Kami (Allah) utuskan kepada mereka pemberi-pemberi peringatan.
37-73: Maka perhatikanlah bagaimanakah kesudahannya orang yang diberi peringatan itu.
37-74: Kecuali hamba-hamba Allah yang ikhlas (dipersucikan).
37-75: Sesungguhnya Nuh telah menyeru Kami (Allah), maka sesungguhnya (Kami/Allah) sebaik-baik yang memperkenankan.
37-76: Dan Kami (Allah) telah menyelamatkannya dan pengikutnya daripada bencana yang besar.
37-77: Dan Kami (Allah) jadikan keturunannya orang yang tetap (melanjutkan keturunan manusia).
37-78: Dan Kami (Allah) tinggalkan atasnya (Nuh) pada yang datang kemudian.
37-79: Salam atas Nuh pada seluruh alam.
37-80: Sesungguhnya Kami (Allah), demikianlah Kami (Allah) memberi balasan kepada orang muhsinin (yang berbuat baik).
37-81: Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami (Allah) yang beriman.
37-82: Kemudian Kami (Allah) tenggelamkan yang lain.

37-83: Dan sesungguhnya yang benar-benar termasuk golongannya (Nuh) ialah Ibrahim.
37-84: Tatkala dia datang kepada Rab (Tuhan)nya dengan hati yang sejahtera (suci).
37-85: Tatkala dia berkata kepada bapanya dan kaumnya: "Apakah yang kamu pertuhankan itu?”
37-86: “Apakah secara dusta, kamu menghendaki ilah (tuhan-tuhan) selain Allah?”
37-87: “Maka apakah anggapan kamu terhadap Rab (Tuhan) sekalian alam?"

37-88: Lalu dia memandang dengan sekali pandang kepada bintang-bintang.
37-89: Kemudian dia berkata: "Sesungguhnya aku sakit."
37-90: Lalu mereka berpaling daripadanya dengan membelakang.
37-91: Kemudian dia pergi kepada ilah (tuhan-tuhan berhala) mereka, lalu dia berkata: "Apakah kamu tidak makan?”
37-92: “Kenapa kamu tidak menjawab?"
37-93: Maka dihadapinya mereka (tuhan-tuhan berhala) itu sambil memukulnya dengan tangan kanannya.
37-94: Kemudian kaumnya bergegas datang kepadanya.
37-95: Dia (Ibrahim) berkata: "Apakah kamu pertuhankan sesuatu yang kamu pahat sendiri?”
37-96: “Padahal Allah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu."
37-97: Mereka berkata: "Dirikanlah suatu bangunan untuk (membakar)nya (Ibrahim), lalu lemparkanlah dia ke dalam api yang menyala-nyala."
37-98: Mereka hendak melakukan tipu muslihat kepadanya, maka Kami (Allah) jadikan mereka orang yang hina.

37-99: Dan dia (Ibrahim) berkata: "Sesungguhnya aku pergi kepada Rab (Tuhan)ku, dan Dia (Allah) memberi petunjuk kepadaku.”
37-100: "Rabbi (wahai Tuhanku)! Kurniakanlah kepadaku daripada (keturunan) orang yang salih.”
37-101: Maka Kami (Allah) berikannya khabar gembira dengan seorang anak yang penyantun.
37-102: Maka tatkala anak itu sampai (umur) berusaha bersama-samanya (Ibrahim), dia berkata: "Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam tidurku (mimpi) bahawa aku menyembelih engkau. Maka fikirkanlah, apa pendapatmu!" Dia (anaknya) menjawab: "Wahai bapaku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepada engkau, Insya’llah engkau akan mendapati aku termasuk orang yang sabar."
37-103: Tatkala kedua-duanya telah aslim (berserah diri), dan dia (Ibrahim) membaringkan (anak)nya atas kening(nya).
37-104: Dan Kami (Allah) panggillah dia: "Wahai Ibrahim!”
37-105: “Sesungguhnya engkau telah membenarkan mimpi itu." Sesungguhnya demikianlah Kami (Allah) memberi balasan kepada orang muhsinin (yang berbuat baik).
37-106: Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
37-107: Dan Kami (Allah) tebus (ganti) dia (anak itu) dengan (seekor) sembelihan yang besar.
37-108: Kami (Allah) tinggalkan atasnya (Ibrahim) pada orang yang datang kemudian.
37-109: Salam atas Ibrahim.
37-110: Demikianlah Kami (Allah) memberi balasan kepada orang muhsinin (yang berbuat baik).
37-111: Sesungguhnya dia (Ibrahim) termasuk hamba-hamba Kami (Allah) yang beriman.
37-112: Dan Kami (Allah) berikan dia khabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq, seorang nabi yang termasuk orang yang salih.
37-113: Kami (Allah) limpahkan keberkatan atasnya dan atas Ishaq. Dan antara anak cucunya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang zalim terhadap dirinya sendiri dengan nyata.

37-114: Dan sesungguhnya Kami (Allah) melimpahkan nikmat atas Musa dan Harun.
37-115: Dan Kami (Allah) selamatkan kedua-duanya dan kaumnya daripada bencana yang besar.
37-116: Dan Kami (Allah) tolong mereka, maka jadilah mereka orang yang menang.
37-117: Dan Kami (Allah) berikan kepada kedua-duanya kitab yang sangat jelas.
37-118: Dan Kami (Allah) beri petunjuk kepada kedua-duanya ke jalan yang lurus.
37-119: Dan Kami (Allah) tinggalkan atas kedua-duanya pada orang yang kemudian.
37-120: Salam atas Musa dan Harun.
37-121: Sesungguhnya demikianlah Kami (Allah) memberi balasan kepada orang (muhsinin) yang berbuat baik.
37-122: Sesungguhnya kedua-duanya termasuk hamba-hamba Kami (Allah) yang beriman.

37-123: Dan sesungguhnya Ilyas adalah termasuk salah seorang para rasul.
37-124: Tatkala ketika dia berkata kepada kaumnya: "Mengapa kamu tidak bertakwa?”
37-125: “Apakah kamu menyeru Ba'l (nama berhala) dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta?”
37-126: “Allah, Rab (Tuhan) kamu dan Rab (Tuhan) bapa-bapa kamu yang terdahulu"
37-127: Maka mereka mendustakannya, kerana itu mereka akan dihadirkan.
37-128: Kecuali hamba-hamba Allah yang ikhlas (dipersucikan).
37-129: Dan Kami (Allah) tinggalkan atasnya (Ilyas) pada orang yang datang kemudian.
37-130: Salam atas Ilyasin.
37-131: Sesungguhnya demikianlah Kami (Allah) memberi balasan kepada orang muhsinin (yang berbuat baik).
37-132: Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami (Allah) yang beriman.

37-133: Sesungguhnya Lut adalah seorang antara para rasul.
37-134: Tatkala Kami (Allah) menyelamatkannya dan keluarganya (pengikutnya) semua.
37-135: Kecuali seorang perempuan tua yang tertinggal.
37-136: Kemudian Kami (Allah) binasakan yang lain.
37-137: Dan sesungguhnya kamu akan melalui (bekas) mereka di waktu pagi.
37-138: Dan di waktu malam. Maka apakah kamu tidak memikirkan?

37-139: Sesungguhnya Yunus adalah seorang antara para rasul.
37-140: Tatkala dia lari ke kapal yang penuh muatan.
37-141: Kemudian dia ikut mengundi, lalu dia termasuk orang yang dibuang.
37-142: Maka dia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela.
37-143: Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak bertasbih (mengingat Allah).
37-144: Nescaya dia akan tetap tinggal dalam perut ikan itu sampai hari kebangkitan.
37-145: Kemudian Kami (Allah) lemparkan dia ke tanah yang tandus, sedang dia (dalam keadaan) sakit.
37-146: Dan Kami (Allah) tumbuhkan untuknya sebatang pohon daripada jenis labu.
37-147: Dan Kami (Allah) utuskan dia kepada seratus ribu (orang) atau lebih.
37-148: Lalu mereka beriman, maka Kami (Allah) berikan nikmat kepada mereka hingga waktu yang tertentu.

37-149: Tanyakanlah (wahai Muhammad saw) kepada mereka: "Apakah untuk Rab (Tuhan) kamu anak-anak perempuan dan untuk mereka anak laki-laki?”
37-150: “Atau adakah Kami (Allah) menciptakan para malaikat (berupa) perempuan dan mereka menyaksikan?
37-151: Ketahuilah bahawa sesungguhnya mereka dengan kebohongan mereka benar-benar mengatakan.
37-152: "Allah beranak." Dan sesungguhnya mereka benar-benar berdusta.
37-153: Apakah Dia (Allah) memilih anak-anak perempuan daripada anak laki-laki?
37-154: Mengapa kamu (begitu)? Bagaimana kamu menetapkan?
37-155: Maka apakah kamu tidak ingat?
37-156: Atau apakah kamu mempunyai bukti yang nyata?
37-157: Maka bawalah kitabmu jika kamu memang orang yang benar.
37-158: Dan mereka adakan nasab (hubungan) antara Dia (Allah) dan jin. Dan sesungguhnya jin mengetahui bahawa mereka akan dihadirkan.
37-159: Subhana’llah (Maha Suci Allah) daripada apa yang mereka sifatkan.
37-160: Kecuali hamba-hamba Allah yang ikhlas (dipersucikan).

37-161: Maka sesungguhnya kamu dan apa-apa yang kamu pertuhankan itu.
37-162: Sekali-kali tidak dapat menyesatkan (seseorang) terhadap-Nya (Allah).
37-163: Kecuali orang yang akan masuk neraka Jahim (yang menyala-nyala).
37-164: Tiada (seorang pun) antara kami (malaikat) melainkan mempunyai kedudukan yang termaklum (tertentu).
37-165: Dan sesungguhnya kami, kami jualah yang sebenar-benar bersaf-saf .
37-166: Dan sesungguhnya kami, kami jualah yang sebenar-benar bertasbih.
37-167: Sesungguhnya mereka pasti akan berkata.
37-168: "Kalau sekiranya di sisi kami ada peringatan dari orang terdahulu.”
37-169: “Nescaya kami akan jadi hamba Allah yang ikhlas (dipersucikan).”
37-170: Tetapi mereka mengingkarinya, maka kelak mereka akan mengetahui.

37-171: Dan sesungguhnya telah berlaku kalimah (janji) Kami (Allah) kepada hamba-hamba Kami (Allah) yang diutuskan.
37-172: Sesungguhnya mereka, mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan.
37-173: Dan sesungguhnya tentera Kami (Allah) itulah yang pasti menang.
37-174: Maka berpalinglah engkau (Muhammad saw) daripada mereka sampai suatu ketika.
37-175: Dan lihatlah mereka, maka kelak mereka akan melihat.
37-176: Maka apakah mereka meminta agar azab Kami (Allah) disegerakan?
37-177: Maka apabila ia turun di halaman mereka, maka amat buruklah pagi hari yang dialami oleh orang yang diperingatkan itu.
37-178: Dan berpalinglah engkau daripada mereka hingga suatu ketika.
37-179: Dan lihatlah, maka kelak mereka akan melihat.

37-180: Subhana (Maha Suci) Rab (Tuhan) engkau, Rab (Tuhan) yang mempunyai keperkasaan daripada apa yang mereka sifatkan.
37-181: Dan salam atas para rasul..
37-182: Dan Alhamdulillah (segala puji bagi Allah), Rab (Tuhan) sekalian alam.

Alhamdulillah ... ^^

* Bagi cepat terjemah ayat ni ,copy dari mr.google je .Tapi harap dapat bagi manfaat pada diri sendiri & pembaca yang lain .Kadang² baca Quran tu lebih sweet bila kita paham maksudnya ... :)

Ini saja dari RAws untuk kali nie ,terlebih terkurang mohon maaf ...

Tabarakallah :)










Sunday, 13 January 2013

.:: Hadiah Berbaur Dugaan ::.



Bismillahirahmanirrahim ... Assalamualaikum wbt ...
Alhamdulillah ,habis je final exam untuk sem3 ,terus balik kampung .Seronok bukan main lagi ,maklum la dah lama tak balik ...

Tapi kita sekadar merancang ,DIA yang tentukan ....

Dalam senyuman ,terselindung titisan air mata ....

Siapa sangka di awal tahun ini DIA telah 'menghidangkan' sesuatu yang cukup menguji diri ...

Hidangan sebuah dugaan yang cukup menghancurkan sekeping hati ...

Kemana pergi manisnya sebuah pertemuan andai diakhiri dengan perpisahan ...

Di mana letaknya kebahagiaan andai diri menjemput kedukaan ...

Hilangkah sebuah kenangan ?

Hilangkah tangis dan tawa bersama ?

Hilangkah erti susah dan senang bersama ?

Kemana pergi nilai kesabaran dan ketabahan selama ini ?

Kemana pergi nilai keperimanusiaan selama ini ?

Andai hati hancur berkecai ,jangan biarkan hati² lain turut merasainya ....

Andai benar jiwa merana ,jangan biarkan jiwa² lain meronta minta dikasihani  ...

Kemana pergi nilai ukhwah sesama kita duhai saudaraku ?

Sehingga aku dibiarkan mencari jawapan sendiri untuk semua soalan² ku ...

Andai benar zahirku yang sakit ,batinku lebih parah menderita ...

Sedar akan kekurangan diri ,sekadar mengemis kasih insan bergelar manusia ....

 


` sabarlah b ... Allah takkan uji kita kalau kita tak mampu hadapinya ,kak ziqah yakin ,b boleh ... ' ( kak ziqah )

` Astagfirullahalazim ,sabarlah b ... ( aina )

`Sabarlah b ...kalau ada apa² ,kongsi je dgn aku ... ( oyan )

`SABAR ' ,aku mengenal erti sabar disetiap helaan nafasku ,aku mengenal erti tabah disetiap degupan jantungku ... Yang aku harapkan cuma ingin mengenal erti KEBAHAGIAAN disetiap langkahku ,mengenal erti senyuman di permulaan hariku ...

Sehingga terkadang imanku terkoyak ...

Sehingga terkadang aku lupa apa itu makna takwa ...

Sehingga aku lalai yang memberi kurnia itu DIA ...

Aku tak mengerti apa itu makna redha ...

Aku lupa yang DIA menguji ...

DIA juga menganugerahkan ....

Kerna sebuah DUGAAN ...
Kerna secebis UJIAN ...

Aku manusia bertaraf HAMBA lupa diri ....

Mana pergi Iman yang ku pupuk selama ini ?
Mana pergi takwa yang ku semai selama ini ?
Mana pergi sabar dan tabah dalam hati ini ?

YA ALLAH ... Andai KAU takdirkan antara kami terjadi PERPISAHAN ,jangan KAU tarik nikmat kasih sayang yang pernah mekar di hati kami sejak kami mengenal duniaMU ...Andai benar hubungan ini akan berakhir ,jangan KAU hilangkan memori yang pernah singgah di lembaran hidup kami ....

- Diluah mati mak ,ditelan mati ayah -

Tabahkan hati ,kuatkan iman ,pupuk nilai takwa ...
Semoga diri terus dibawah redha-NYA ...

Duhai awan mendung ,pergilah kau membawa diri ,jangan kau sirami bumi dengan airmu ... jangan kau banjiri bumi ini lagi .... berilah kami cahaya mentarimu ....kurniakan kami sebuah senyuman melihat pelangi indahmu ....

BERDOALAH ... Hasbunallah wanikmal wakil .. DIA sebaik-baik penolong ...

-- RAws -- 3.35pm .Jan ,14


.:: coret-coret .Jan ,2013 ^^ ::.



Bismillahirahmanirrahim ,

Assalamualaikum wbt buat follower² & pembaca² Blog Cahaya Musim Bunga sekalian ,moga berada di bawah rahmat & perlindungan yang Esa .Terlebih dahulu saya mohon maaf kerana blog ni dah lama ‘hilang’ ,kalau tak silap lebih kurang 4 bulan kan ?Alhamdulillah ,di kesempatan ini saya akan menjawab persoalan² dari follower² sekalian ,blog ni tak hilang sebenarnya ,Cuma saya privacykan dari tontonan umum kerana saya sedang buat sedikit pengubahsuaian & saya sendiri tidak sempat untuk mengupdate apa² kisah & cerita untuk bacaan pembaca² sekalian.

Berkaitan novel islamik yang saya cuba karang beberapa bulan yang lepas ,saya mohon beribu kemaafan sebab saya tak dapat nak ‘go on’ dengan penulisannya atas sebab² peribadi yang tak dapat saya elakkan.Buat sahabat² rapat saya yang bertanya perkembangan novel tu ,& berminat untuk mengetahui kesudahan novel tersebut ,sekali lagi saya memohon beribu kemaafan .Saya hanya merancang tetapi DIA lebih berhak menentukan segalanya .Segala yang diatur oleh-NYA untuk saya kini betul² diluar jangkaan saya dimana watak² inspirasi saya tidak begitu memberi cukup idea untuk saya menyiapkan penulisan ini.Maaf ,maaf ,maaf ):

Alhamdulillah ,Alhamdulillah ,Alhamdulillah ,kini sudah menjelang tahun 2013 bersamaan 1434H ,umur pun makin meningkat la kan ? AMALAN ? DOSA ? yang tu ,boleh sama² fikir ,bagaimana cara meningkatkan amalan & mengurangkan dosa (:

Alhamdulillah ,azam tahun lepas ( 2012 ) sudah terlaksana dengan baik mengikut susunan dari-NYA ,penghijrahan pada tarikh 2 MEI 2012 cukup memberi seribu kenangan dalam diri .Walaupun pada permulaannya mendapat tentangan hebat ,kini ,DIA menganugerahkan KEMENANGAN buat diri dimana mereka semua sudah akur dengan keputusan diri.Bercakap tentang perubahan ,memang senang untuk berubah ,tetapi istiqamah untuk melaksanakan perubahan itu susah bila diri diuji dengan dugaan² dimana terkadang membuat diri tersungkur menyembah bumi .Menangis memohon simpati dari yang ESA .Siapa kata hidup tak selalu indah ?DIA akan memberi keindahan itu bila tiba waktunya .Bersyukurlah atas nikmat dugaan yang diberi kerana tanpa kita sedar ,kita makin dekat dengan-NYA ,makin rindu pada-NYA ,makin kasih & sayang pada-NYA ,& makin cinta pada-NYA walau tak pernah bersua zahir ..

Wallahulam ,Tabarakallah ...
 
-- RAws -- (^^)

Friday, 7 September 2012

.:: Muslimah Solehah :;.




Oh muslimah
Allah cinta kepadamu
Rasulullah kasih kepadamu

Oh muslimah
Berbahagialah kau telah dilahirkannya dengan mulia

SubhanAllah
Tuhan telah berkati wanita yang cukup ilmu
Rendah hati


Oh muslimah
Busanamu menutup rapi
Auratmu kau lindungi dengan indahnya

Oh muslimah
Kau rajin memuji
Islam kau jadikan ikutan sejati

Oh muslimah
Memandangmu menyejuk hati
Menundukkan nafsu hati yang goyah
Keayuan wanita solehah indah peribadi
Tulus hatinya

Oh muslimah
Kecantikan yang sebenar
Pada tutur kata penuh berhikmah
Mempertahan kehormatan dirimu
Dengan pakaian mentaati Allah

Oh muslimah
Kau masuk ke syurga
Solat lima waktu dan berpuasa
Menundukkan pandangan matamu
Mentaati suami yang tercinta

Oh muslimah
Kau rajin mengaji
Islam kau jadikan
Ikutan sejati






Friday, 10 August 2012

.:: Saat-Saat Ramadhan Bakal Berakhir ::.














8 hari lagi bulan mulia Ramadhan bakal berakhir ... mungkinkah ni Ramadhan terakhir untuk kita ? suasana cam ni akan berulang lagi ke tahun2 seterusnya ? Ukhwah sesama muslim terjalin mesra ,kasih pada yang ESA kembali bersatu .Moga ibadah2 yg dilakukan pada bulan mulia ni akan terus kita laksanakan dgn penuh istiqamah pd bulan2 seterusnya (◕^^◕)


bersambung ... 
InsyaALLAH ,nantikan kisah2 seterusnya sebelum Aidilfitri or selepas Aidilfitri (:

My Heart Is My Life 

Sunday, 5 August 2012

.:: Nuzul Al-Quran ( Special ♬ Ya Rasulullah , Ya Habiballah ) ::.




Pada 17 Ramadan 1433H ini, umat Islam memperingati tepat ulangtahun ke 1401 Malam Nuzul Quran yang berlaku pada 610M. Nuzul Al-Quran adalah salah satu rahmat Allah swt yang terbesar buat umat manusia sejagat. Ia mempunyai ingatan dan pengajaran yang besar kepada kita pada hari ini, bahkan kepada kesemua bani insan hingga ke Hari Kiamat. Nuzul Quran bererti “Penurunan Al-Quran” oleh Allah swt kepada Nabi Muhammad saw melalui Jibril pada malam 17 Ramadan tahun 610M di Gua Hirak, di puncak bukit Jabal Nur, Makkah Al-Mukarramah. Ketika nabi Muhammad saw sedang mengasingkan diri dari kekufuran dan kemaksiatan kaumnya di Mekah, datang Jibril menyampaikan 5 ayat pertama Surah Al-Alaq (Iqrak, bismirabbaikalladzi khalaq …) sekaligus terlantiklah Nabi Muhammad saw sebagai Rasul Allah yang terakhir dan Nabi Akhir Zaman.

Diantara pengajaran-pengajaran Nuzul Quran ialah :

(1) Allah swt memilih para rasulnya dikalangan mereka yang memiliki peribadi yang mulia. Jika kita hendak mewarisi peranan para Anbiyak ini, maka kita juga seharusnya memiliki akhlak yang luhur, keikhlasan yang tinggi dan ketabahan yang tidak berbelah bagi.
(2) Walaupun belum dipilih menjadi Nabi dan Rasul, Nabi Muhammad saw telah dapat menilai keburukan tingkahlaku kaum Quraisy yang telah menjadi adat kebiasaan turun temurun seperti minum arak, zina, membunuh anak, riba, menipu dalam timbangan, menindas orang lain, membezakan manusia berdasarkan warna kulit dan sebagainya. Kesemua ini menyebabkan Baginda saw mengasingkan dirinya di Gua Hirak. Oleh itu diantara pra-syarat utama bagi seorang daie (pendakwah) ialah kebencian hatinya terhadap keruntuhan yang sedang berlaku didalam masyarakatnya, walaupun ianya telah nampak biasa dan menebal serta menjadi lumrah dalam masyarakat. Jahiliyah hari ini tidak kurang parahnya seperti arak, zina, buang anak, rasuah, kezaliman ke atas orang lain dan sebagainya. Persoalannya, adakah kesemua ini menyebabkan seseorang itu insaf keadaan tersebut, luluh hatinya mengenangkan nasib umatnya dan bertekad bersungguh-sungguh untuk merubah keadaan tersebut ? Atau saban hari dia membaca akhbar dan mendengar berita yang menyedih dan menjijikkan, namun kesemua itu tidak mengesani jiwanya dan menggerakkan anggotanya untuk berdakwah?


3) Membaca atau “Iqra'” mempunyai peranan yang sangat penting kepada masyarakat Islam dan diantara sebab utama dalam merubah nasib mereka. Hampir ianya menjadi salah satu ciri umat di Barat yang memimpin dunia hari ini. Adapun di Dunia Islam, minat kepada membaca masih belum menebal.


(4) Betapa hebat dan kuatnya jiwa Rasulullah saw dalam bukan sahaja menerima ayat-ayat Al-Quran tetapi juga menerima bebanan Dakwah yang terkandung didalam ayat-ayat tersebut. Baginda saw hanya menggigil ketakutan tetapi tidak binasa jiwanya. Sekiranya pada malam itu Al-Quran diturunkan bukan kepada Baginda saw, tetapi kepada Gua Hirak atau Jabal Nur itu sendiri, nescaya akan pecah bukit tersebut lantaran tidak tertanggung amanah yang diberikan oleh Allah swt. “Kalau Kami turunkan Al-Quran ini keatas bukit, nescaya engkau akan melihatnya tunduk dan pecah kerana takut kepada Allah. Demikian perumpamaan Kami berikan kepada manusia supaya mereka berfikir” (Al-Quran). Alangkah jauhnya ramai umat Islam zaman kini yang tidak membaca Al-Quran. Jika membacanya, ramai pula yang tidak memahaminya. Jika memahaminya, ramai pula yang tidak takut, tidak kecut, tidak mengigil kerana takut kepada Penurunnya dan kepada amanah-amanah yang terkandung didalamnya yang mesti dilaksanakan !!


(5) Tidak lengkap mengingati malam Nuzul Quran jika tidak menyebut nama Khadijah ra, isteri tersayang Rasulullah saw. Ketika Rasulullah saw mengigil ketakutan, Khadijah ra tenang lagi menenangkan suaminya !! “Aku takut akan diriku (akan ditimpa musibah dek jembalang tersebut)”, sabda Rasulullah saw, ketika menceritakan pertemuannya dengan makhluk yang tidak pernah dilihatnya sebelum ini. “Kalla !!! Ma yukhzikallahu abada !!!” (Sekali-kali tidak !!! Allah tidak akan membuat sesuatu yang buruk kepada kamu !!! Sesungguhnya engkau menghubungkan Silaturrahim, menyumbang kepada orang yang tidak mempunyai harta, memikul bebanan (orang yang memerlukan bantuan) … “, tegas Khadijah ra dengan penuh kasih sayang yang yakin akan latarbelakang suaminya yang bersih, tidak mungkin sebersih itu Allah swt akan mendatangkan suatu yang buruk kepada insan yang sebegitu dikenalinya. Rasulullah saw beriman dalam keadaan menggigil dan ketakutan Iaitu ketika bertemu dengan Jibril. Khadijah ra pula beriman dalam keadaan kasih dan yakin yaitu ketika bertemu dan mendengar apa yang diceritakan oleh suaminya, Rasulullah saw. Khadijah bukan sahaja beriman tetapi menTasdiqkan imannya. Tasdiq lebih tinggi dari Iman. Tasdiq ialah membenarkan kepercayaan (Iman) dengan amal perbuatan dan pengorbanan. Khadijah ra membenarkan Imannya dengan memberi dorongan kepada Rasulullah saw dalam berdakwah, menghulurkan harta kekayaannya demi kemajuan dan memberi lonjakan kepada Dakwah Islam lebih-lebih lagi di Tahun-tahun Pemboikotan yang zalim. Oleh itu Jibril telah memaklumkan kepada Rasulullah saw bahawa satu rumah di Syurga telah dibina untuk Khadijah ra. Nabi saw pula bersabda bermaksud, ‘Demi Allah !! Allah belum pernah menggantikan untuk aku isteri yang lebih baik dari Khadijah. Dia beriman kepada aku ketika manusia lain mengkufuri aku. Dia membenarkan aku ketika manusia lain membohongi aku dan tidak mempercayai risalah yang aku bawa. Dia memberi aku akan harta-hartanya ketika manusia lain mengenakan pemboikotan kepada aku …”. Selama 23 tahun Nabi saw berdakwah yang penuh dengan peperangan dan penekanan, namun hanya tahun kematian Khadijah ra Nabi menamakan tahun tersebut ‘Aam Al-Huzn’ (Tahun Kesedihan).







(6) Penurunan Wahyu dan berhubungnya Langit dengan bumi melalui perantaraan Wahyu adalah suatu nikmat yang hanya dirasai oleh para Sahabat ra dan mereka yang memahami Al-Quran dan merasai kemanisannya. Ummu Aiman adalah seorang sahabiah yang hidup panjang di zaman Nabi saw dan Khulafa Rasyidin. Di zaman Khulafa Rasyidin, pada suatu hari para Sahabat ra melihat beliau menangis, lalu berkata, “Kenapa menangis wahai Ummu Aiman, bukankah Rasulullah saw kini berada ditempat yang lebih baik?”. Ummu Aiman ra menjawab, “Saya mengetahui bahawa Rasulullah saw kini berada di tempat yang lebih baik, tetapi yang menyebabkan saya menangis ialah kerana Wahyu kini telah terputus (tidak seperti di zaman Nabi saw masih hidup)”. Apakah nikmat yang lebih hebat dari menerima kalam Allah swt yang turun dari langit, menerang dan membimbing, menegur dan memberi amaran, mendidik dan menguatkan jiwa hingga mereka menjadi Khaira Ummah Ukhrijat linnas (Umat yang terbaik yang pernah dikeluarkan untuk manusia). (rujuk kitab tafsir Fi Dzilalil Quran oleh Asy-Syahid Sayyid Qutb, surah Al-Alaq).

Tiada kesejahteraan dan kejayaan bagi masyarakat dunia dulu, kini dan akan datang melainkan hidup berpandukan Al-Quran yang diturunkan oleh Tuhan Maha Pencipta lagi Maha Bijaksana. Itu adalah keyakinan orang-orang yang beriman. Bahkan itu adalah kesimpulan orang-orang yang berpengalaman melihat dan mengamati kesudahan mereka yang engkar dan membelakangi undang-undang Al-Quran samada dikalangan orang-orang kafir atau mereka yang mengaku Islam.“Berjalanlah kamu dimuka bumi dan lihatlah kesudahan orang-orang yang mendustakan (Al-Quran) …” (Al-Quran).

SESUNGGUHNYA KAMI MERINDUIMU YA RASULULLAH T___________T