BY : ( mesej ummi ) ummi ,nk g konsert nie .... ngn kawan2 ,sume prempuan ,konsert dlm kampus je.
UMMI : ( reply ) nk g mana2 ,ingat sikit ,awak tu RABIATUL ADAWIAH ,jaga sikit ...
BY : nk g konsert nasyid je la ummi ... :')
Ingatan dr ummi ,RABIATUL ADAWIAH ,nama yg hampir sama dgn namaku Nurul Ruby'Atul Adawieyah ,berharap jugak diri ni boleh mencontohi keperibadiaan seorang sufi. Andainya diri boleh menjadi sepertinya ,tp ,diri ni hanya sekadar manusia biasa ,sering kali lalai dr mengingati-NYA ... ALLAHURABBI .. Dia wali ALLAH mencintai Rabbnya lebih dari segalanya .Keperibadiannya menjadi inspirasi hati , {。^◕‿◕^。}
Rabiatul
Adawiyah adalah seorang wali Allah yang mengabdikan dirinya kepada
Allah. Kesabaran dan perjuangan harus dicontohi oleh wanita islam hari
ini. Walaupun sejarah hidupnya bermula dari seorang wanita yang tidak
mentaati Allah, akhirnya di memilih jalan sufi dalam mencari ketenangan
hidup.
Kisah
bermula pada zaman dahulu di mana kejahilan menyelebungi masyarakat
arab kebanyakan sekolah agama telah ditutup. Ayah Rabiatul Adawiyah
adalah guru agama tapi terpaksa menjadi pendayung sampan. Untuk menarik
minat orang menaiki sampannya dia akan mendendangkan lagu yang merdu
ketika mendayung sampan. Rabiatul Adawiyah sentiasa disamping ayahnya
hinggalah dia dewasa, apabila ayahnya meninggal dunia. Dia menggantikan
tempat ayah sebagai pendayung sampan dan mendendangkan lagu yang merdu.
Mendengarkan suaranya yang merdu itu menarik hati seorang lelaki untuk
membawanya untuk dipersembahkan kepada raja dan dia terpaksa berkhidmat
untuk raja. Setiap hari dia menyanyi dan menuang arak kepada raja dan
tetamu raja.
Suatu
hari timbul kesedaran di hatinya merasa insaf dengan segala
perbuatannya kerana kejahilannya itu sedangkan bapanya adalah seorang
guru agama. Dari hari itu Rabiatul Adawiyah tidak mahu lagi menyanyi dan
menuang arak. Dia sering duduk bersendirian berzikir kepada Allah. Dia
juga diseksa oleh raja dengan kerja yang berat. Pernah suatu hari
pengawal raja disuruh melepaskan ular dan kala jengking ke dalam bilik
Rabiatul Adawiyah kerana raja tidak senang melihat dia sentiasa
berzikir. Tetapi akhirnya ular tersebut menerkam pengawal raja. Rabiatul
Adawiyah tetap tenang, walaupun dia tidak diberi makan dia tetap mampu
menjalankan ibadat kepada Allah. Apabila raja mengintainya di dalam
bilik, kelihatan dia sedang munajat memohon doa kepada Allah. di dalam
kegelapan biliknya kelihatan cahaya yang menyuluh ke arahnya. Pada suatu
malam raja bermimpi seorang tua datang dan mengatakan supaya melepaskan
Rabiatul Adawiyah dan jangan lagi menyiksanya kemudia raja melihat
Rabiatul Adawiyah berpakaian serba putih naik ke atas langit. Beliau
terus ke bilik Rabiatul Adawiyah untuk melihat sama ada Rabiatul
Adawiyah masih ada atau sudah pergi. Kelihatan Rabiatul Adawiyah masih
berzikir dan berdoa.
Sampai
habis tempoh masa Rabiatul berkhidmat dengan raja, akhirnya dia
dilepaskan oleh raja. Rabiatul Adawiyah berterima kasih kepada raja dan
tidak meminta apa-apa daripada raja walaupun raja memberi peluang
kepadanya untuk meminta apa saja sebelum dia pergi. Apabila dia pulang
ke kampungnya, rumah telah roboh dan penduduk kampungnya juga ramai yang
telah berpindah. Dia meminta orang menyediakan sebuah pondok kecil
untuknya. Pada suatu malam, seorang pencuri terpandang pondok Rabiatul
Adawiyah lalu dia ingin pergi mencuri di situ. Ketika itu Rabiatul
Adawiyah sedang solat. Dia tidak menjumpai apa-apa di dalam rumah
Rabiatul Adawiyah melainkan sebiji tempayan. Lalu dia merasa kecewa dan
ingin bunuh Rabiatul Adawiyah. Apabila dia mengeluarkan pisan dan ingin
menikanm Rabiatul Adawiyah tiba-tiba dia menjadi keras dan pisaunya
terjatuh. Rabiatul Adawiyah terkejut. Rabiatul mengatakan pada pencuri
itu ambillah apa yang dia inginkan jika dia seorang pencuri tetapi
mengapa ingin membunuhnya. Lalu dia menyuruh pencuri itu mengambil
wudhuk dan bersolat serta memohon pada Allah apa yang dia inginkan. Lalu
pencuri itu bersolat dan meinta pada Allah agar mendapat rezeki yang
banyak supaya dia tidak perlu menjadi pencuri lagi.
Pada
masa yang sama diluar kelihatan kereta kuda yang membawa banyak harta
yang menuju ke arah pondok Rabiatul Adawiyah. Raja menghantar orang
untuk memberi Rabiatul Adawiyah harta yang banyak. Apabila orang itu
datang menemui Rabiatul Adawiyah kerana ingin menyerahkan harta itu,
Rabiatul Adawiyah mengatakan dia tidak pernah meminta harta dari Allah
tetapi orang disebelahnya yang memohon kepada Allah jadi berikanlah
harta itu kepada orang yang memintanya. Pencuri itu gembira kerana
mendapat harta dan dia membuat sebuah mahligai yang indah. Pada suatu
hari ada seorang lelaki menemui pencuri itu dan bertanya bagaimana dia
mendapat harta yang begitu banyak dalam sekelip mata. Dia pun
menceritakan kisahnya kepada lelaki itu. Lelaki itu menjelaskan
kepadanya bahawa wanita yang ditenuinya itu adalah wali Allah. Dia
berasa terkejut dan menyesal kerana tidak berterima kasih kepada
Rabiatul Adawiyah lalu dia ke pondok rabiatul Adawiyah untuk menemuinya.
Ketika itu Rabiatul Adawiyah sedang nazak. Akhirnya Rabiatul Adawiyah
pergi menemui kekasihnya.
Sesungguhnya
orang-orang yang bertaqwa apabila mereka dibayangi-bayangi fikiran
jahat (berbuat dosa) dari syaitan, mereka pun segera ingat kepada Allah,
maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya).
[Surah al-A'raf, ayat 201]
Tuhanku, tenggelamkan aku dalam cintaMu
Hingga tak ada sesuatupun yang menggangguku dalam jumpaMu
Tuhanku, bintang-gemintang berkelap-kelip
Manusia terlena dalam buai tidur lelap
Pintu-pintu istana pun telah rapat tertutup
Tuhanku, demikian malampun berlalu
Dan inilah siang datang menjelang
Aku menjadi resah gelisah
Apakah persembahan malamku Kau Terima
Hingga aku berhak mereguk bahagia
Ataukah itu Kau Tolak, hingga aku dihimpit duka,
Demi kemahakuasaan-Mu
Inilah yang akan selalu ku lakukan
Selama Kau Beri aku kehidupan
Demi kemanusiaan-Mu,
Andai Kau Usir aku dari pintuMu
Aku tak akan pergi berlalu
Karena cintaku padaMu sepenuh kalbu
Ya Allah, apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di dunia ini,
Berikanlah kepada musuh-musuhMu
Dan apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di akhirat nanti,
Berikanlah kepada sahabat-sahabatMu
Karena Engkau sendiri, cukuplah bagiku
Aku mengabdi kepada Tuhan
Bukan karena takut neraka
Bukan pula karena mengharap masuk surga
Tetapi aku mengabdi,
Karena cintaku padaNya
Ya Allah, jika aku menyembahMu
Karena takut neraka, bakarlah aku di dalamnya
Dan jika aku menyembahMu
Karena mengharap surga, campakkanlah aku darinya
Tetapi, jika aku menyembahMu
Demi Engkau semata,
Janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajahMu
Yang abadi padaku
Ya Allah
Semua jerih payahku
Dan semua hasratku di antara segala
Kesenangan-kesenangan
Di dunia ini, adalah untuk mengingat Engkau
Dan di akhirat nanti, diantara segala kesenangan
Adalah untuk berjumpa denganMu
Begitu halnya dengan diriku
Seperti yang telah Kau katakana
Kini, perbuatlah seperti yang Engkau Kehendaki
Aku mencintaiMu dengan dua cinta
Cinta karena diriku dan cinta karena diriMu
Cinta karena diriku, adalah keadaan senantiasa mengingatMu
Cinta karena diriMu, adalah keadaanMu mengungkapkan tabir
Hingga Engkau ku lihat
Baik untuk ini maupun untuk itu
Pujian bukanlah bagiku
BagiMu pujian untuk semua itu
Buah hatiku, hanya Engkau yang kukasihi
Beri ampunlah pembuat dosa yang datang kehadiratMu
Engkaulah harapanku, kebahagiaan dan kesenanganku
Hatiku telah enggan mencintai selain dari Engkau
Hatiku tenteram dan damai jika aku diam sendiri
Ketika Kekasih bersamaku
CintaNya padaku tak pernah terbagi
Dan dengan benda yang fana selalu mengujiku
Kapan dapat kurenungi keindahanNya
Dia akan menjadi mihrabku
Dan rahasiaNya menjadi kiblatku
Bila aku mati karena cinta, sebelum terpuaskan
Akan tersiksa dan lukalah aku di dunia ini
O, penawar jiwaku
Hatiku adalah santapan yang tersaji bagi mauMu
Barulah jiwaku pulih jika telah bersatu dengan Mu
O, sukacita dan nyawaku, semoga kekallah
Jiwaku, Kaulah sumber hidupku
Dan dariMu jua birahiku berasal
Dari semua benda fana di dunia ini
Dariku telah tercerah
Hasratku adalah bersatu denganMu
Melabuhkan rindu
Sendiri daku bersama Cintaku
Waktu rahasia yang lebih lembut dari udara petang
Lintas dan penglihatan batin
Melimpahkan karunia atas doaku
Memahkotaiku, hingga enyahlah yang lain, sirna
Antara takjub atas keindahan dan keagunganNya
Dalam semerbak tiada tara
Aku berdiri dalam asyik-masyuk yang bisu
Ku saksikan yang datang dan pergi dalam kalbu
Lihat, dalam wajahNya
Tercampur segenap pesona dan karunia
Seluruh keindahan menyatu
Dalam wajahNya yang sempurna
Lihat Dia, yang akan berkata
“Tiada Tuhan selain Dia, dan Dialah Yang maha Mulia.”
Rasa riangku, rinduku, lindunganku,
Teman, penolong dan tujuanku,
Kaulah karibku, dan rindu padaMu
Meneguhkan daku
Apa bukan padaMu aku ini merindu
O, nyawa dan sahabatku
Aku remuk di rongga bumi ini
Telah banyak karunia Kau berikan
Telah banyak..
Namun tak ku butuh pahala
Pemberian ataupun pertolongan
CintaMu semata meliput
Rindu dan bahagiaku
Ia mengalir di mata kalbuku yang dahaga
Adapun di sisiMu aku telah tiada
Kau bikin dada kerontang ini meluas hijau
Kau adalah rasa riangku
Kau tegak dalam diriku
Jika aku telah memenuhiMu
O, rindu hatiku, aku pun bahagia
No comments:
Post a Comment